![]() |
![]() |
|
|
KOMISI KEPAUSAN KOMPENDIUM AJARAN SOSIAL GEREJA DIPERSEMBAHKAN KEPADA BAPA SUCI PAUS YOHANES PAULUS II
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KOMPENDIUM AJARAN SOSIAL GEREJA PENDAHULUAN BAGIAN SATU I. TINDAKAN PEMBEBASAN
ALLAH DI DALAM SEJARAH ISRAEL
II. YESUS KRISTUS,
KEPENUHAN RENCANA CINTA KASIH BAPA III. PRIBADI MANUSIA DALAM RENCANA CINTA KASIH ALLAH IV. RENCANA ALLAH DAN TUGAS PERUTUSAN GEREJA BAB DUA TUGAS PERUTUSAN GEREJA DAN AJARAN SOSIAL GEREJA
I. EVANGELISASI DAN AJARAN SOSIAL II. HAKIKAT AJARAN SOSIAL GEREJA III. AJARAN SOSIAL GEREJA DALAM MASA KITA: BEBERAPA CATATAN
HISTORIS BAB TIGA I. AJARAN SOSIAL DAN PRINSIP PERSONALIS II. PRIBADI MANUSIA SEBAGAI "IMAGO DEI" III. PELBAGAI SEGI PRIBADI MANUSIA C. Kebebasan Pribadi Manusia D. Martabat Yang Setara Dari Semua Orang IV. HAK ASASI MANUSIA BAB EMPAT I. MAKNA DAN KESATUAN II. PRINSIP KESEJAHTERAAN UMUM III. TUJUAN UNIVERSAL HARTA BENDA IV. PRINSIP SUBSIDIARITAS V. KETERLIBATAN VI. PRINSIP SOLIDARITAS VII. NILAI-NILAI DASAR KEHIDUPAN SOSIAL VIII. JALAN CINTA KASIH BAGIAN DUA I. KELUARGA SEBAGAI MASYARAKAT ALAMIAH YANG PERTAMA II. PERKAWINAN SEBAGAI DASAR KELUARGA III. CIRI SOSIAL KELUARGA IV. KELUARGA SEBAGAI KEKUATAN KREATIF KEHIDUPAN SOSIAL V. MASYARAKAT DALAM PELAYANAN KEPADA KELUARGA BAB ENAM I. SEGI-SEGI ALKITABIAH II. NILAI PROFETIK RERUM NOVARUM III. MARTABAT KERJA IV. HAK UNTUK BEKERJA V. HAK-HAK KAUM PEKERJA VI. SOLIDARITAS DI ANTARA PARA PEKERJA VII. "HAL-HAL BARU" (REs NOVAE) DARI DUNIA KERJA
BAB TUJUH I. SEGI-SEGI ALKITABIAH II. MORALITAS DAN EKONOMI III. PRAKARSA PRIBADI DAN PRAKARSA BISNIS IV. LEMBAGA-LEMBAGA EKONOMI MELAYANI MANUSIA V. "HAL-HAL BARU" DALAM SEKTOR EKONOMI BAB DELAPAN I. SEGI-SEGI ALKITABIAH II. LANDASAN DAN TUJUAN PAGUYUBAN POLITIK III. OTORITAS POLITIK IV. SISTEM DEMOKRASI
V. PAGUYUBAN POLITIK MELAYANI MASYARAKAT SIPIL
VI. NEGARA DAN JEMAAT-JEMAAT KEAGAMAAN
BAB SEMBILAN I. SEGI-SEGI ALKITABIAH
II. ATURAN-ATURAN HAKIKI MENYANGKUT MASYARAKAT INTERNASIONAL
III. ORGANISASI MASYARAKAT INTERNASIONAL IV. KERJA SAMA INTERNASIONAL UNTUK PEMBANGUNAN BAB SEPULUH I. SEGI-SEGI ALKITABIAH II. MANUSIA DAN JAGAT BENDA-BENDA TERCIPTA III. KRISIS DALAM RELASI ANTARA MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP IV. SEBUAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA BAB SEBELAS I. SEGI-SEGI ALKITABIAH II. PERDAMAIAN: BUAH KEADILAN SERTA CINTA KASIH III. KEGAGALAN PERDAMAIAN: PERANG IV. SUMBANGAN GEREJA BAGI PERDAMAIAN BAGIAN TIGA I. TINDAKAN PASTORAL DALAM RANAH SOSIAL II. AJARAN SOSIAL DAN KOMITMEN KAUM AWAM BERIMAN
PENUTUP INDEKS RUJUKAN a. in articulo Ed. Leon. Sancti Thomae Aquinatis Doctoris Angelici Opera omnia iussu impensaque Leonis XIII P.M. edita Ens. Ensiklik ibid. ibidem Imb. Ap. Imbauan Apostolik PG Patrologia Graeca (J.P. Migne) PL Patrologia Latina (J.P. Migne) q. quaestio Surat Ap. Surat Apostolik v. verse I Prima Pars Summae Theologiae I-II Prima Secundae Partis Summae Theologiae II-II Secunda Secundae Partis Summae Theologiae III Tertia Pars Summae Theologiae
Am Amos
SURAT Sekretariat Negara Dari Vatikan, 29 Juni 2004 No.599.332 Yang.Mulia, 1. Oleh karenanya maka diharapkan bahwa sebuah kompendium untuk semua bahan ini hendaknya dikumpulkan, dan secara sistematis menyajikan landasan-landasan untuk ajaran sosial Gereja. Patutlah dipuji bahwa Komisi Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian telah mengambil alih tugas dimaksud, seraya mencurahkan upaya-upaya yang intensif bagi prakarsa ini selama tahun-tahun belakangan ini. Saya bergembira karena buku "Kompendium Ajaran Sosial Gereja" telah berhasil diterbitkan, seraya berbagi bersama Anda sukacita mempersembahkannya kepada umat beriman dan kepada semua orang yang berkehendak baik, sebagai santapan bagi pertumbuhan insani dan rohani, baik untuk orang perorangan maupun jemaat. 2.Karya ini juga menunjukkan nilai ajaran sosial Gereja sebagai sebuah sarana penginjilan (bdk. Centesimus Annus,.54), karena ia menempatkan pribadi manusia dan masyarakat dalam hubungan dengan terang Injil. Prinsip-prinsip ajaran sosial Gereja, yang dilandaskan pada hukum kodrati, selanjutnya diperkokoh dan diperkuat dalam iman Gereja oleh Injil Kristus. Dalam terang ini, manusia terutama nian diundang untuk menemukan diri mereka sendiri sebagai makhluk transenden,di dalam setiap matra kehidupan mereka, termasuk yang berkaitan dengan konteks sosial, ekonomi dan politik. Iman membawa ke kepenuhan makna keluarga yang dibangun di atas perkawinan di antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang merupakan sel pertama dan terpenting dari masyarakat. Lebih dari itu, iman menerangi martabat kerja yang, karena kegiatan manusia ditakdirkan untuk membawa makhluk insani ini kepada kepenuhannya, memiliki keutamaan atas modal serta membenarkan klaim mereka yang absah untuk turut serta dalam buah-buah yang dihasilkan oleh kerja tersebut. 3. Dalam buku ini kita dapat menyaksikan pentingnya nilai-nilai moral, yang berpijak pada hukum kodrati yang ditulis di atas setiap hati nurani manusia; setiap hati nurani manusia oleh karenanya berkewajiban untuk mengakui dan menghormati hukum ini. Umat manusia dewasa ini mencari keadilan yang lebih besar dalam menghadapi fenomena raksasa globalisasi; ia memiliki sebuah keprihatinan yang peka untuk ekologi serta pengelolaan perkara-perkara publik secara tepat dan benar; ia merasakan perlunya melindungi kesadaran nasional tanpa menjadi buta terhadap pelaksanaan hukum serta kesadaran akan kesatuan dari keluarga umat manusia. Dunia kerja, yang secara mendasar telah diubah oleh berbagai kemajuan teknologi modern, menyingkapkan kemajuan kualitatif yang luar biasa, namun sayangnya ia mesti juga mengakui bentuk-bentuk baru ketidakstabilan, penindasan dan malah perbudakan di tengah berbagai masyarakat yang justru dianggap makmur. Di berbagai wilayah di planet ini tingkat kesejahteraan terus bertumbuh, namun juga terdapat suatu peningkatan yang berbahaya dalam jumlah orang-orang yang menjadi miskin dan, karena aneka rupa alasan, kesenjangan antara negara-negara yang kurang maju dan negara-negara yang kaya terus melebar. Pasar bebas, sebuah proses ekonomi dengan segi-segi yang positif, bagaimanapun juga tengah memperlihatkan keterbatasan-keterbatasannya. Di lain pihak, cinta kasih yang mengutamakan kaum miskin merupakan sebuah pilihan yang hakiki bagi Gereja, dan ia mengajukannya kepada semua orang yang berkehendak baik. Jadi, jelaslah bahwa Gereja tidak pernah lalai menjadikan suaranya didengarkan menyangkut "hal-hal baru" (res novae) yang menjadi kekhasan abad modern, karena menjadi tugasnya untuk mengajak semua orang untuk melakukan apa saja yang mampu mereka kerjakan guna menghasilkan sebuah peradaban sejati yang semakin terjuruskan pada perkembangan insani yang terpadu dalam solidaritas. 4. Soal-soal budaya dan sosial dewasa ini terutama nian melibatkan kaum awam beriman yang dipanggil, sebagaimana yang diingatkan kepada kita oleh Konsili Vatikan II, untuk mengurusi hal-hal yang fana dan mengaturnya seturut kehendak Allah (bdk. Lumen Gentium, 31). Oleh karena itu, kita dapat dengan mudah memahami penting dan hakikinya pembinaan kaum awam agar kekudusan hidup mereka serta kekuatan kesaksian mereka akan memberi andil bagi kemajuan manusia. Buku ini bermaksud membantu mereka dalam tugas ini setiap hari. Lebih dari itu, menarik untuk dicatat bagaimana banyak unsur yang dipersatukan di sini dianut pula oleh Gereja-Gereja dan Jemaat-Jemaat Gerejawi lainnya, dan juga oleh agama-agama lain. Buku ini disajikan sedemikian rupa sehingga sarat manfaat tidak saja ke dalam (ad intra), yakni di antara orang-orang Katolik, tetapi juga ke luar (ad extra). Malah orang-orang yang ambil bagian dalam pembaptisan yang sama dengan kita, dan juga para pengikut agama-agama lain serta semua orang yang berkehendak baik, dapat menemukan di dalamnya kesempatan yang sarat manfaat bagi refleksi serta suatu motivasi bersama demi perkembangan yang terpadu dari setiap orang dan pribadi seutuhnya. 5. Bapa Suci berharap bahwa dokumen ini akan membantu umat manusia dalam pencariannya yang aktif untuk kesejahteraan umum. Ia memohonkan berkat Allah bagi orang-orang yang sudi meluangkan waktu untuk merenungkan ajaran-ajaran yang tersaji dalam buku ini. Seraya menyatakan itikad baik saya endiri atas keberhasilan upaya ini, saya mengucapkan selamat kepada Yang Mulia beserta semua rekan kerja Anda di Komisi Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian karena karya penting yang telah dituntaskan serta rasa hormat dari pihakku. Salam hormat di dalam Kristus,
Dengan gembira saya menyajikan Kompendium Ajaran Sosial Gereja yang, berdasarkan permohonan yang diterima dari Bapa Suci, telah disusun guna memberi sebuah tinjauan yang padat namun lengkap atas ajaran sosial Gereja.Mengubah dan membarui berbagai kenyataan sosial dengan kuat kuasa Injil, untuknya kesaksian diberikan oleh orang yang beriman kepada Yesus Kristus, telah selalu merupakan sebuah tantangan dan tetap demikianlah adanya dewasa ini pada permulaan milenium ketiga kurun Kekristenan. Pewartaan tentang Yesus Kristus, "Kabar Baik" keselamatan, cinta kasih, keadilan dan perdamaian, tidak disambut serta-merta dalam dunia dewasa ini, yang dilantakkan oleh peperangan, kemiskinan serta ketidakadilan. Justru karena alasan inilah maka manusia dari zaman kita sekarang ini memiliki suatu kebutuhan yang lebih besar akan Injil: akan iman yang menyelamatkan, akan harapan yang mencerahkan, akan kasih yang mencintai. Gereja adalah pakar perihal kemanusiaan dan, seraya berharap dengan keyakinan dan dengan keterlibatan yang aktif, ia senantiasa menantikan "langit baru" dan "bumi baru" (2Ptr.3:13), yang ia tunjukkan kepada setiap orang agar membantu mereka menghayati kehidupan mereka dalam matra makna yang sejati. " Gloria Dei vivens homo": pribadi manusia yang menghayati sepenuhnya martabatnya memberi kemuliaan bagi Allah yang telah mengaruniakan martabat ini kepada manusia.Pembacaan atas buku ini terutama nian dianjurkan guna menopang dan memperkokoh kegiatan orang-orang Kristen di dalam ranah sosial, khususnya kegiatan kaum awam beriman yang menjadi empunya ranah ini secara istimewa; seluruh hidup mereka mesti dilihat sebagai sebuah karya penginjilan yang menghasilkan buah. Setiap orang beriman mesti pertama-tama nian belajar untuk menaati Tuhan dengan kekuatan iman seraya mengikuti teladan Santo Petrus: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau.menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk.5:5). Setiap pembaca yang "berkehendak baik" akan mampu memahami motif-motif yang mendorong Gereja untuk campur tangan dengan ajarannya di dalam ranah sosial, sebuah ranah yang pada pandangan pertama tidak termasuk ke dalam kompetensi Gereja, dan khalayak pembaca yang sama akan mengerti alasan-alasan bagi perjumpaan, bagi dialog, bagi kerja sama demi melayani kesejahteraan umum. Pendahulu saya, Mendiang dan Yang Mulia Kardinal François-Xavier Nguyên Van Thuân, memandu dan mengawal dengan kearifan, kesetiaan serta wawasan yang berjangkauan luas tahap rumit persiapan dokumen ini; penyakit yang dideritanya menghalangi beliau membawa dokumen ini ke kesudahannya berupa penerbitannya. Karya ini, yang dipercayakan kepada saya dan kini disajikan kepada orang-orang yang sudi membacanya, karenanya membawa meterai kesaksian agung terhadap salib yang tetap teguh dalam iman selama tahun-tahun kelam lagi mengerikan di Vietnam. Kesaksian ini patut memperoleh ucapan terima kasih dari pihak kita karena semua karya beliau yang tak ternilai, yang dilaksanakan dengan kasih serta pengabdian, dan beliau akan memberkati orang-orang yang berhenti untuk merenungkan halamanhalaman buku ini.Saya memohon pengantaraan Santo Yosef, Pengawal Sang Penebus dan Suami Perawan Terpuji Maria, Pelindung Gereja Sejagat dan Pelindung. Kerja, agar buku ini akan menghasilkan buah berlimpah dalam kehidupan masyarakat sebagai sebuah sarana bagi pewartaaan Injil, bagi keadilan dan bagi perdamaian. Kota Vatikan, 2 April 2004, Hari Peringatan Santo Fransiskus dari Paola. Kardinal Renato Raffaele Martino + Giampaolo Crepaldi
L IBRERIA EDITRICE V ATICANA
|
|